Thứ Sáu, 21 tháng 10, 2011

Rumah 1000 Cermin

Dahulu kala, di sebuah desa yang begitu jauh, ada sebuah tempat yang bernama rumah 1000 cermin. Seekor anjing kecil yang hidupnya begitu bahagia mengetahui tempat ini dan memutuskan untuk pergi ke sana. Ketika ia tiba, dengan langkah gembiranya ia menaiki … Continue reading
Link to full article

Tanda Anda Hidup di Dalam Sinetron Laga




Link to full article

Ada di Koran Pikiran Rakyat

Tadi saya diberitahu bahwa blog ini ada di harian Pikiran Rakyat (Bandung, tentunya). Saya tadinya bertanya-tanya. Soal apa ya? Oh ternyata tentang blog toh. Ini dia snapshotnya.

Wah sudah lama saya tidak ketemuan (kopdar) dengan para blogger itu ya. Kapan ya?

by the way … saya tidak tahu apa yang dimaksud dengan “berpengaruh” di situ :) Lagi pula, pengaruh itu bisa baik dan buruk. Jangan-jangan ini masuk ke kategori pengaruh buruk. he he he.


Filed under: Teknologi Informasi, TI Tagged: blog, postaday2011, Teknologi Informasi
Link to full article

Berkomunikasi

Manusia adalah mahluk sosial. Artinya manusia berkomunikasi. Hanya saja, sayangnya, berkomunikasi ini ternyata tidak mudah. Banyak orang yang ternyata tidak memiliki skill komunikasi yang cukup sehingga sering terjadi salah faham, friksi, gara-gara salah berkomunikasi saja. Pihak-pihak yang berkomunikasi tidak ada yang jahat, tetapi timbul ketegangan.

Kemampuan berkomunikasi itu ternyata harus dipelajari dan terus dipelajari sampai kita berhenti bernafas. Banyak orang yang berhenti belajar berkomunikasi karena merasa tidak memiliki masalah. Padahal banyak orang yang kesulitan berkomunikasi (dan bersosialisasi) dengan yang bersangkutan.

Bagi saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi. (Saya sebutkan dulu saja ya. Pembahasannya lain kali.)

  1. Kenali lawan bicara (latar belakang yang berbeda; tua, muda, pendidikan, kultur, karakter, …)
  2. Hargai lawan bicara. Siapapun lawan bicara Anda!
  3. Santun

Nah. Sementara ini itu dulu saja. :)  [nanti saya update]

Kenali lawan bicara. Ini diperlukan untuk memilih bahasa dan terminologi yang digunakan. Untuk anak muda, kita tidak perlu menjelaskan internet / mp3 / atau sejenisnya. Kalau untuk orang tua mungkin kita perlu jelaskan dulu. Untuk menjelaskan materi kuliah kepada dosen yang menguasai bidang itu tentu saja berbeda dengan memberikan penjelasan kepada anak SD. Maka, kenali lawan bicara kita.

Perbedaan kultur juga sering menjadi masalah. Ada kultur yang lebih formal cara berkomunikasinya. Ada yang lebih informal; tertawa, humor, mengejek, dan seterusnya. Kesalahpahaman sering terjadi karena perbedaan kultur ini.

Hargai lawan bicara. Nah, ini yang cukup sulit. Sering orang menilai orang lain berdasarkan latar belakang lawan bicara kita. Sering kali ini menyesatkan. Di sebuah bis (dalam sebuah perjalan di Amerika Serikat), saya duduk bersebelahan dengan orang yang saya kira gembel. Dia berpakaian kumel (parka tentara) sambil membawa karung (entah isinya apa). Saya santai saja membaca majalah PC magazine. Eh orang ini kemudian berkomentar tentang teknologi komputer. Waduh. Yang dia omongkan juga menunjukkan bahwa dia memiliki ilmu yang tinggi. Saya salah menilai orang dengan melihat penampilannya.

Bahkan biarpun orang yang kita ajak bicara juga memang sesuai dengan prejudice kita, tetap saja kita harus menghargai pemikirannya. Banyak hal yang tidak kita ketahui. We’re often wrong.

Santun. Nah ini juga susah. Bagi saya ini yang seringkali menjadi ganjelan. Saya orangnya senang yang to the point. Jadi ketika ada orang yang salah, maka saya bilang “Anda salah”. Ini tidak sesuai dengan budaya Timur :)  … seharusnya saya bilang “Anda kurang tepat” (atau sejenisnya). Begitulah. Kita harus santun. Ini pula alasan saya memiliki blog; untuk belajar menyampaikan pendapat secara santun.


Filed under: Opini Tagged: komunikasi, postaday2011
Link to full article

MERAPAT


Ini adalah istilah khas Indonesia.  Biasanya digunakan oleh para kenek angkutan umum atau kenek Metromini, ”mempersilahkan” para penumpang untuk berdesakan wal umpel-umpelan lebih masuk lagi kedalam.  Karena mereka ingin mengangkut penumpang sebanyak mungkin yang mereka bisa.  (walaupun sudah melebihi kapasitas)

Kemarin, istilah khas ini keluar begitu saja ketika saya mengajar di Malaysia.

Pada hakikatnya Training kali ini memang dilakukan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris.  Namun karena kemampuan bahasa Inggris saya rada pas-pasan, kadang satu dua (puluh) kali keluar juga kata-kata Indonesia dari mulut saya.  Saya pikir tak apelah … toh mereka semua adalah orang-orang Malaysia yang juga mengerti Bahasa Melayu.  Still Ok lah … !!! … I understand … You Understand lah …

Namun tak pelak … rupanya satu dua kali ada juga istilah bahasa Indonesia yang masih sangat asing ditelinga mereka.  Dan merekapun tertawa mendengarkannya.  Tapi saya tidak peduli.  Ini hal yang biasa.  Bukankah kita juga suka begitu kalau sedang ngobrol bahasa Indonesia dengan teman-teman kita dari Negeri Jiran.  Kita kan juga sering tertawa jika mendengarkan mereka bicara, karena ada istilah-istilah yang asing bagi kita.  Pusing-pusing berarti jalan-jalan.  Juga kata-kata seperti Mengambil mase, Seronok, Pintu Kecemasan, Pengurup Wang, Bomba, ”lah”, ”kat” dan sebagainya.

Saya menggunakan istilah ”merapat” kemarin ketika saya meminta mereka untuk mendekati flip chart hasil resume diskusi panel dari salah satu group.  Ketika itu saya mengatakan ”Ladies and Gentlemen, … Please … Let us ”merapat” to the group one’s flipchart”.

Dan mereka semua kontan tertawa.  Saya tidak tau apa arti kata ”merapat” dalam bahasa Malaysia.  Mudah-mudahan sih tidak bermakna negatif.   (Dan jika pun bermakna negatif … saya mohon maaf)

Dan sejak saat itu, mereka selalu nyeletuk ”Mari Merapat” jika kita ingin mendengarkan presentasi hasil diskusi dari salah satu group yang ditulis di flip chart atau di whiteboard.

So Mr. Trainer … mari kita merapat … !!!

(mungkin setelah ini mereka akan selalu memanggil saya dengan … Mr. Merapat).

(Hahahah … boleh tak)

Salam saya

.

.

(jika ternyata Merapat itu bermakna negatif … saya mohon maaf)

.


Filed under: TRAVELLING
Link to full article

Hal Hal Yang Bikin Kita Merasa Beruntung

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup ini. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu memilih untuk melakukan yang terbaik. Ketika  menyadari hikmah di balik suatu kejadian, kita akan mendapati bahwa kita -sungguh beruntung. Penting atau tidak … Continue reading
Link to full article

Science & Food

I'm having so much fun at Singapore here...and sooooo happy to be making new friends...LOVE LOVE LOVE! :)

Photobucket
Photobucket
Photobucket
PhotobucketPhotobucket
Photobucket
Photobucket

I'm also so happy to have my mom coming along...do you know that being close to your family keeps you humble and nice? :)

Link to full article

Di Balik Kematian Muammar Khadafi

Muammar KhadafiApa respon dunia begitu mendengar kematian Muammar Khadafi? Ya, ya, selalu saja muncul dua sikap yang kontras; empati atau antipati, di balik kematian tokoh se-kontroversial sang kolonel itu. Amerika, yang selalu dimusuhinya, sudah pasti bernapas lega. Setidaknya, rival “politik” yang selalu merecoki kebijakan politik Paman Sam itu, tak lagi bisa mengumbar kepongahan dan hanya bisa mengumpat di alam keabadiannya. Demikian juga wadyabala tentara revolusioner yang sudah lama mengincarnya. Sirte dan Lybia seakan pesta di balik jasat “sang diktator” yang telah menemui ajalnya.

Namun, tidak demikian halnya dengan para pendukung dan pengagum setianya. Secara diam-diam, mereka berempati. Kematian Khadafi jelas sebuah kehilangan besar. Almarhum dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap arogansi Barat. Tokoh dunia mana lagi yang bisa berteriak selantang Khadafi? Terlepas dari sikap kediktatorannya terhadap rakyat Lybia yang puluhan tahun hidup di bawah tungku kekuasaannya, setidaknya Khadafi telah sanggup menunjukkan kepada dunia bahwa Semut pun bisa membuat Gajah kelimpungan. Andai saja dunia punya seratus “semut” Khadafi, “Gajah” Amerika bisa jadi tak akan pernah bisa tidur. Semut bisa memasuki ceruk-ceruk telinga sang gajah hingga ke pusat kepekaan; melakukan perusakan secara pelan-pelan, hingga akhirnya membuat sang gajah mati berdiri.

Ketakutan Amerika jelas sangat bisa dipahami. Untuk memburu seorang Khadafi, mereka harus repot-repot menerjunkan ribuan tentara dan penembak jitu serta melakukan propaganda dengan selalu mencitrakan Khadafi sebagai sosok diktator yang mesti dimusuhi rakyatnya sendiri. Walhasil, akhirnya tiba juga hari naas buat “sang diktator”. Tubuhnya “tatu arang kranjang” tertembus timah panas. Pejabat Dewan Transisi Nasional (NTC) memastikan tewasnya mantan pemimpin Libya, Muammar Khadafi dalam penyerbuan pasukan revolusioner di Sirte, Libya. Khadafi tewas karena luka tembak di kepala dan kedua kakinya. Penembakan terhadap Khadafi terjadi tidak lama setelah kejatuhan Sirte ke tangan tentara revolusioner. Pasukan akhirnya menemukan tempat persembunyian Khadafi (www.detiknews.com).

Pertanyaan besar yang muncul, mampukah dunia melahirkan Khadafi-Khadafi yunior yang sanggup melawan dunia Barat pasca-kematian sang kolonel? Haruskah kisah-kisah heroik tentang perlawanan Semut versus Gajah benar-benar akan terhapus dalam buku legenda dan sejarah? Pertanyaan besar ini jelas hanya akan mampu terjawab oleh perjalanan dan dinamika sang waktu yang akan terus bergerak menemukan takdirnya. Selamat jalan menuju ke alam keabadian, Sang Kolonel! ***


Link to full article

Balthasar “Berth” Kambuaya Menteri Lingkungan Hidup

Prof. DR. Balthasar “Berth” Kambuaya yang ditunjuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup baru saya tahu hari ini. Maklum saya kurang tertarik dengan ribut-ribut resufle kabinet. Hingga dari sebuah feed berita saya ketahui Prof.DR. Balthasar “Berth” Kambuaya telah ditunjuk oleh SBY sebagai … Continue reading
Link to full article

iBook keluar lagi

Komputer desktop sedang bermasalah. Maka saya membutuhkan sesuatu yang jalan di meja saya. Malas kalau harus buka Macbook untuk kerja di situ. Akhirnya saya keluarkan iBook dari bungkusnya dan saya hidupkan lagi. Jadi bukan Apple mengeluarkan iBook lagi, tapi saya yang mengeluarkan iBook. Hi hi hi. Ini juga karena terpaksa.

Setelah saya nyalakan, ternyata keyboardnya bermasalah. Kunci “l” tidak berfungsi. Akhirnya saya belikan keyboard USB murah meriah. Maka sekarang iBook duduk manis menjadi “desktop” :)   Ini dia fotonya.

Sayang sekali OS iBook ini sudah tidak bisa diupdate lagi. Prosesornya masih berbasis PowerPC. Aplikasi-aplikasinya juga sudah tidak bisa diupdate lagi. Ya sudahlah. Jadi terminal biasa saja. Lumayan untuk baca email :)

Atau … di-Linux-kan saja ya? Hmmm …


Filed under: Teknologi Informasi, TI Tagged: postaday2011, Teknologi Informasi
Link to full article

Bài đăng phổ biến